Documents

13 pages
11 views

Isi Egr - Sulteng

of 13
All materials on our website are shared by users. If you have any questions about copyright issues, please report us to resolve them. We are always happy to assist you.
Share
Description
isi laporan egr
Transcript
  BAB I PENDAHULUAN 1.1   Latar Belakang Pulau Sulawesi merupakan pulau memiliki keunikan dalam proses geologinya. Dimana terbentuknya pulau Sulawesi dipengaruhi oleh 3 lempeng dunia (lempeng Eurasia, lempeng Indo-Australia, lempeng Pasifik), dan 1 lempeng kecil yang mengakibatkan pulau Sulawesi keadaannya sangat kompleks yaitu lempeng Philipina. Kumpulan batuan dari busur kepulauan, bancuh (melange), ofiolit, dan bongkah dari mikrokontinen terbawa bersama proses  penunjaman, tubrukan, serta proses tektonik lainya. Dilihat dari geomorfologinya Sulawesi memiliki relief yang kasar, karena memiliki banyak pegunungan. Dan disekitar pulau Sulawesi di kelilingi oleh laut dalam, kecuali laut flores. Sulawesi dan pulau  –   pulau di sekitarnya dibagi menjadi tiga mendala geologi, yang secara orogen bagian timur berumur lebih tua sedangkan bagian  barat lebih muda. Mandala  –   mandala tersebut mandala sulawesi barat, mandala sulawesi timur dan madala banggai  –   sula. Pembagian tersebut didasarkan pada stratigrafi, struktur dan sejarah masing  –   masing mandala. Kepulauan banggai dan kepulauan sula merupakan satu mandala geologi tersendiri, daerah sulawesi tengaara termasuk lengan timur sulawesi termasuk mandala sulawesi timur sedangkan mandala sulawesi barat yang meliputi daerah sulawesi selatan. Banggai-Sula Mikrokontinen merupakan bagian dari benua Australia Utara  –   New Guinea. Selama zaman Mesozoic Lempeng mikro Banggai-Sula terpisah dan bergerak kearah barat Lempeng Asia. Periode extensional ini dicirikan dengan sebuah fase transgresi klastika jurasik dari daratan ke laut dangkal yang berada diatas anoxic shale laut dalam. Secara utama proses sedimentasi  passive margin  terjadi dalam Cretaceous hingga Tersier selama  pergerakannya kearah barat. 1.2   Maksud dan Tujuan Adapun maksud di adakannya praktikum ekskursi geologi regional yaitu untuk memenuhi mata kuliah Ekskursi Geologi Regional pada Program Studi  Teknik Geologi, Jurusan Ilmu dan Teknologi Kebumian, fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Gorontalo. Tujuannya yaitu untuk mengetahui geologi regional daerah Sulawesi Tengah (Pagimana  –   Luwuk) dan PT. Donggi Senoro LNG. 1.3   Alat dan Bahan Adapun alat dan bahan yang digunakan dalam praktikum yaitu GPS ( Global Positioning Satellites ) Garmin; Palu Geologi (  Palu batuan beku dan metamorf  ); Kompas geologi tipe brunton untuk melakukan pengukuran geometri  bidang-bidang struktur geologi; Kamera;. Alat-alat tulis (berupa pulpen, pensil,  penggaris, busur derajat, buku catatan lapangan, lembar deskripsi, clipboard); dan  peralatan lain yang mendukung, seperti pakaian lapangan, sepatu dan lain-lain.  1.4   Letak dan Kesampaian Daerah Praktikum ini dilakukan oleh mahasiswa Program Studi Teknik Geologi, Jurusan Ilmu dan Teknologi Kebumian, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Gorontalo. Praktikum ini dilakukan di Sulawesi Tengah, tepatnya di Kec. Pagimana  –   Luwuk, Batui, Kab. Banggai Provinsi Palu. Kabupaten Banggai merupakan salah satu daerah kabupaten yang ada di Provinsi Sulawesi Ten gah, dan terletak antara 122’23’ –    124020’ Bujur Timur dan 0030’ –    2020’ Lintang Selatan. Daerah praktikum di tempuh dengan menggunakan kapal laut dan kendaraan roda empat seperti mini bus, dengan awal keberangkatan pada hari senin, tanggal 27 maret 2017 pukul 20.30 WITA dan tiba  pada hari selasa pukul 07.00 WITA dengan cuaca yang cerah. Kemudian pukul 11.00 WITA tanggal 28 maret 2017 dilanjutkan dengan ekskursi geologi daerah  praktikum daerah pagimana  –   luwuk dengan menggunakan kendaraan roda empat (mini bus) dengan cuaca yang tidak menentu dari cerah  –   mendung  –   cerah, dan selesai pukul 17.00 WITA. Tanggal 29 maret 2017 pukul 09.00 WITA dilanjutkan dengan kunjungan ke PT. Donggi Senoro LNG di desa Uso, Kec. Batui Kab. Banggai, dan selesai pukul 16.00 WITA dengan menggunakan kendaraan roda empat (mini bus). Tanggal 30 maret 2017 kegiatan ekskursi geologi regional daerah sulawesi tengah dan kunjungan ke PT. Donggi Senoro LNG telah selesai  dan kembali ke pagimana pukul 11.00  –   16.00 WITA dengan menggunakan kendaraan roda empat. Pukul 18.00 WITA kita kembali ke gorontalo dengan menggunakan kapal laut dan sampai pukul 06.00 WITA hari jum’at tanggal 31 maret 2017. 1.5   Waktu Ekskursi Ekskursi geologi regional daerah sulawasi tengah dilakukan pada lokasi terpilih yang menjadi tempat pengamatan yaitu dari kecamatan pagimana hingga kecamatan luwuk kab. Banggai, dimana dilaksanakan pada tanggal 28 maret 2017. Adapun lokasi - loksi yang di tuju pertama bertempat di Kecamatan Pagimana. Pelaksanaan praktikum lapangan pada lokasi tersebut pada pukul 11:00 WITA. Pada lokasi kedua masih bertempat di Kecamatan Pagimana, pada pukul 14.00 WITA, dan lokasi yang terakhir bertempat di Kecamatan Luwuk, dilaksanakan kurang lebih pada pukul 15.00 WITA dan selesai pukul 17.00 WITA. Adapun kesampaian ketiga lokasi tersebut menggunakan kenderaan beroda empat dengan  jarak yang di tempuh dari Pagimana hingga Luwuk kurang lebih 20 km dengan cuaca yang tidak menentu dari cerah  –   mendung - cerah.  BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1   Gambaran Umum Daerah Ekskursi 2.1.1   Track 1 Pagimana  –   Luwuk Secara umum, kelompok batuan yang dijumpai pada daerah ini yaitu  berkembang dari asosiasi batuan dasar samudera dan tumbukan benua berupa  batuan ultrabasa dan ofiolit, ditutupi endapan lingkungan paparan benua berupa  batugamping dan batuan karbonat, serta endapan syn-orogenic darat hingga laut dangkal berupa molasa dan batugamping terumbu terangkat. Umur batuan tertua diperkirakan Jura, sedangkan batuan termuda adalah Holosen. Struktur geologi utama berupa perlipatan, sesar naik, dan sesar geser jurus. Perlipatan merupakan struktur geologi yang mendominasi daerah praktikum dan  bersifat regional, yang umumnya berkembang di bagian tengah dan melampar  berarah timur  –   timur laut  –   barat  –   barat daya. Sesar naik berkembang dari bagian tengah hingga ke arah barat laut, diduga berasosiasi dengan struktur lipatan. Beberapa sesar geser jurus diduga terjadi akibat pergeseran batuan dasar berarah tegak lurus sumbu perlipatan regional dan berasosiasi dengan keberadaan endapan molasa. 2.1.2   Track 2 PT. Donggi Senoro LNG PT. Donggi - Senoro LNG (DSLNG), perusahaan pengelola kilang gas alam cair (liquefied natural gas/LNG) di Desa Uso, Kecamatan Batui, Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah, mencatat produksi kilang LNG sepanjang tahun ini sebesar 2,2 juta ton LNG dari proyeksi awal 2 juta ton ditopang maraknya  pasokan gas dari Central Processing Plant CPP Donggi dan operasional kilang yang berjalan secara normal dengan catatan keselamatan kerja yang baik. DSLNG telah menandatangani kesepakatan jual beli gas dengan produsen di hulu yaitu PT Pertamina Hulu Energi Tomori Sulawesi, PT Medco E&P Tomori Sulawesi dan Tomori E&P Ltd. melalui Joint Operating Body Pertamina-Medco E&P Tomori Sulawesi (JOB PMTS), dan PT Pertamina Eksplorasi dan Produksi (EP) melalui Proyek Pengembangan Gas Matindok (PPGM). Sesuai
We Need Your Support
Thank you for visiting our website and your interest in our free products and services. We are nonprofit website to share and download documents. To the running of this website, we need your help to support us.

Thanks to everyone for your continued support.

No, Thanks